HAK DAN KEWAJIBAN INSINYUR
NAMA: FEBRIAN SETIAWAN
NPM : 17 630 054
Ada banyak hak dan tanggung jawab yang harus dilatih para insinyur dalam karir profesionalnya. Seringkali, hak dan tanggung jawab ini bertumpang tindih. Kode etik organisasi profesional insinyur profesional menguraikan tanggung jawab kita sebagai insinyur, kadang-kadang dengan sangat mendetail.
NPM : 17 630 054
Ada banyak hak dan tanggung jawab yang harus dilatih para insinyur dalam karir profesionalnya. Seringkali, hak dan tanggung jawab ini bertumpang tindih. Kode etik organisasi profesional insinyur profesional menguraikan tanggung jawab kita sebagai insinyur, kadang-kadang dengan sangat mendetail.
Dalam kasus BART, insinyur mempunyai tugas untuk melindungi kepentingan
umum, dengan mengungkapkan rahasia perusahaan tempat ia bekerja jika
perlu, ketika ia menyadari sesuatu yang salah sedang terjadi, dalam
perusahaannya. Insinyur mempunyai hak untuk melakukan hal ini jika pihak
yang memperkerjakannya merasa hal itu buruk bagi perusahaannya.
TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL
1. Informasi Pribadi dan Rahasia
Karakteristik
sebuah profesi adalah persyaratan bahwa profesional harus menjaga
informasi tertentu tentang rahasia atau kepentingan klien. Beberapa
informasi enjiniring harus dijaga kerahasiaannya sebab kebanyakan
informasi tentang bagaimana suatu bisnis dijalankan, produk dan
pemasoknya, langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk bersaing di
pasar.
Tipe
informasi yang harus dijaga kerahasiaannya sangat jelas, termasuk hasil
dan data pengujian, informasi tentang produk masa depan yang belum
diluncurkan, dan rancangan atau formula produk. Informasi lain yang
perlu dirahasiakan tidak sejelas itu, termasuk informasi bisnis seperti
jumlah karyawan yang mengerjakan suatu proyek, identitas pemasok,
strategi pemasaran, biaya produksi,dan pencapaian produksi. Seringkali,
komunikasi internal perusahaan dianggap “rahasia”. Sedangkan insinyur
yang bekerja untuk pemerintah memiliki kewajiban yang jauh lebih berat
dalam menjaga kerahasiaan dan memerlukan ijin keamanan yang dikeluarkan
pemerintah melalui investigasi oleh agen keamanan pemerintah sebelum
diperbolehkan bekerja.
Seharusnya,
seorang insinyur diwajibkan untuk tetap merahasiakan informasi, bahkan
setelah pindah ke perusahaan barudi bidang sama. Walaupun di dalam
prakteknya, hal ini sulit dilakukan karena seorang insinyur membawa
semua pengetahuan yang mungkin dianggap rahasia oleh perusahaan
terdahulu. Pengadilan sudah mempertimbangkan isu ini dan telah berusaha
mencari keseimbangan antara kepentingan dan hak dari individu dan
perusahaan saling bersaing. Perusahaan berhak merahasiakan informasinya
dari pesaing-pesaingnya. Beban untuk menjamin kedua kepentingan yang
bersaing ini diakui dan dipertahankan terletak di pundak para insinyur.
2. Konflik Kepentingan
Konflik kepentingan timbul ketika sebuah keinginan, jika diikuti, dapat
membuat seorang profesional tidak memenuhi salah satu kewajibannya
(Martin dan Schinzinger, 2000).
Menurut Harris, Pritchard, dan Rabbins, ada 3 jenis konflik kepentingan:
Ø konflik kepentigan aktual yang mengkompromikan penilaian enjiniring dan objektif.
Ø konflik kepentingan potensial yang mudah berubah menjadi konflik kepentingan aktual.
Ø konflik kepentingan yang muncul karena suatu situasi, di mana bila insinyur dibayar berdasarkan persentase biaya desain.
Cara
yang baik untuk menghindari konflik kepentingan yaitu dengan mengikuti
petunjuk kebijakan perusahaan. Jika tidak ada, kebijakan seperti ini,
maka, dapat dilakukan dengan meminta pendapat dari asisten atau manajer.
Jika kedua pilihan ini tidak ada, maka tindakan terbaiknya yaitu dengan
mempelajari motif dan menggunakan teknik penyelesaian etika. Akhirnya,
kita dapat melihat pernyataan-pernyataan dalam kode etik profesional
yang semuanya malarang konflik kepentingan.
3. Etika Lingkungan
Insinyur bertanggung jawab atas terciptanya teknologi yang menyebabkan
kerusakan lingkungan dan insinyur juga harus berusaha menemukan solusi
terhadap masalah yang ditimbulkan oleh teknologi modern. Pergerakan
perlindungan lingkungan membangkitkan kesadaran di antara para insinyur
bahwa mereka mempunyai tugas untuk menggunakan pengetahuan dan keahlian
mereka untuk membantu melindungi lingkungan.
Hal yang mendasar dalam membicarakan isu-isu etika dalam teori
lingkungan adalah suatu kesimpulan tentang status moral lingkungan.
Salah satu cara untu mengeksplorasi status moral lingkungan adalah
mencoba menjawab beberapa pernyataan tentang tempat manusia dalam
lingkungan kita. Salah satu bentuknya status moral lingkungan yaitu
pandangan yang menyatakan bahwa manusia hanyalah salah satu komponen
lingkungan dan semua komponen memliki status moral yang sama. Oleh
karena itu, tugas terpenting yang harus dilakukan semua orang adalah
melakukan apapun yang diperlukan untuk mempertahankan biosfer yang sehat
demi kepentingannya sendiri.
Tanpa memperhatikan tujuan, terdapat berbagai pendekatan yang dapat
diambil untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Pendekatan-pendekatan
ini meniru pendekatan yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah
lingkungan.
Pendekatan pertama kadang-kadang disebut sebagai pendekatan tak sadar
biaya (Martin dan Schinzinger, 2000),di mana biaya tidak diperhitungkan,
tetapi lingkungan harus dibuat sebersih mungkin dan degradasi
lingkungan dalam tingkat apapun tidak diterima. Pendekatan ini sulit
dilakukan,terutama dalam masyarakat urban modern.
Pendekatan
kedua didasarkan pada analisis biaya-manfaat, yang diturunkan dari
utilitarianisme, di mana masalah dianalisis menyangkut masalah yag
didapat dari pengurangan polusi-peningkatan kesehatan manusia. Biaya dan
dan manfaat ditimbang untuk menentukan kombinasi optimum. Tujuan
pendekatan ini adalah untuk mencapai keseimbangan manfaat polusi secara
ekonomi dengan kesehatan atau pertimbangan lingkungan.
Terdapat
beberapa masalah yang berhubungan dengan pendekatan biaya-manfaat yakni
asumsi implisit dalam analisis biaya-manfaat, sulit untuk menilai biaya
dan manfaat secara akurat, dan tidak benar-benar memperhitungkan siapa
yang mengeluarkan biaya dan siapa yang menerima manfaat.
Kode etik profesional memberi tahu kita untuk mengutamakan keselamatan
masyarakat dan lingkungan.jadi, jelas bahwa insinyur mempunyai tanggung
jawab untuk menjamin bahwa pekerjaan mereka sebisa mungkin dilakukan
dengan cara yang paling aman bagi lingkungan.
Sebagai profesional, insinyur mempunyai hak untuk mengungkapkan
pendapat mereka tentang isu-isu moral seperti isu lingkungan. Seorang
insinyur tidak boleh dipakasa perusahaannya untuk mengerjakan proyek
yang menurutnya mempunyai masalah etika, termasuk yang berdampak buruk
pada lingkungan.
Prinsip dasar kode etik enjiniring profesional menyatakan bahwa seorang
insinyur tidak boleh membuat keputusan dalam bidang yang bukan
merupakan keahliannya. Insinyur seharusnya meminta nasehat dari orang
lain yang memiliki pengetahuan untuk mambantu menganalisis dan memahami
konsekuensi lingkungan dari suatu proyek yang mungkin terjadi.
C. ETIKA KOMPUTER
Komputer
dengan cepat menjadi peralatan dalam enjiniring. Komputer membawa
manfaat bagi masyarakat,tetapi kadang ada juga cara di mana komputer
disalahgunakan sehingga menimbulkan masalah etika yang serius.
Ada
3 kategori yang jelas dari masalah etika komputer: kategori di mana
komputer menjadi alat untuk tindakan yang tidak etis, kategori di mana
komputer menjadi objek tindakan dan masalah-masalah yang berhubungan
dengan sifat otonom komputer (Marti dan kategori untuk schinzinger,
2000)
1. Komputer Sebagai Alat Perilaku Tidak Etis
Pembicaraan tentang etika komputer akan dimulai dengan pembicaraan
tentang cara-cara di mana komputer sebagai alat perilaku tidak etis.
Misalnya, komputer dapat digunakan untuk mencuri uang di bank dengan
lebih efisien. Komputer dapat digunakan untuk merampok bank dengan cara
yang lebih mudah dan lebih sulit diacak.
Perampokan melalui komputer tidak melibatkan emosi pelaku dan
mempermudah kriminal dalam mencuri dari banyak sekali orang. Sayangnya,
teknologi untuk mendeteksi dan mencegah tipe kejahatan seperti ini jauh
tertinggal di belakang dan orang yang berusaha membatasi kejahatan
komputer selalu memainkan peranan sebagai sang pengajar.
Daerah instrumental lain dari masalah etika komputer melibatkan
privasi. Komputer membuat privasi menjadi lebih sulit dilindngi, karena
sejumlah besar data tentang perusahaan disimpan dalam komputer di mana
banyak orang dapat mengaksesnya.
2. Komputer Sebagai Objek Tindakan Tidak Etis
Ketika komputer menjadi objek tindakan yang tidak etis, maka hal ini
disebut “pembobolan (hacking)”. Hacking terjadi dalam berbagai bentuk:
memperoleh akses tanpa ijin terhadap database, memasukkan informasi yang
salah ke dalam database atau mengubah informasi yang ada dan
menyebarkan virus melalui internet.
Pembobolan komputer merupakan masalah komputer karena mengakses
informasi pribadi adalah pelanggaran terhadap hak privasi seseorang atau
perusahaan, bahkan meski pelaku pembobolan itu menyimpan informasi yang
didapatnya untuk dirinya sendiri.
3. Komputer Otonom
Otonomi mengacu pada kemampuan untuk membuat keputusan tanpa intervensi
manusia. Kemampuan otonom komputer diperlukan pada beberapa
aplikasi-aplikasi karena pada interval tertentu dapat memperoleh manfaat
tertentu.
Namun aplikasi komputer otonom lainnya tidak begitu disukai. Karena
komputer hanya mengikuti program yang ada dan tidak mampu
mengaplikasikan programnya pada semua situasi sehingga mengakibatkan
kehancuran besar bahkan kehilangan nyawa.
Sehingga
meskipun komputer otonom dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi
dalam benyak bidang, namun diperlukan kendali manusia untuk mencegah
terjadinya bencana.
4. Kode Etik Komputer
Untuk membantu pengambilan keputusan, maka dikembangkan kode etik untuk
penggunaan komputer yang menjadi petunjuk pemakaian sumber daya
komputer secara etis, tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengganti
untuk pemikiran dan penilaian moral.
D. HAK-HAK PROFESIONAL
Insinyur
juga mempunyai hak berjalan seiring dengan tanggung jawabnya. Ada
hak-hak individual yang tidak memperhatikan status profesional, termasuk
hak privasi, hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar pekerjaan,
hak untuk secara rasional mengajukan keberatan atas kebijakan
perusahaan tanpa merasa takut akan hukuman, dan hak untuk melakukan
protes.
Hak
insinyur yang paling mendasar adalah hak keadaran moral profesional
(Martin dan Schinzinger, 2000). Hak ini mencakup hak untuk melakukan
penilaian ini dengan cara beretika. Hak kesadaran moral profesional bisa
memilikibanyak aspek. Aspek ini mungkin disebut sebagai “Hak Penolakan
Berdasarkan Moral” (Martin dan Schinzinger, 2000). Hak ini merupakan hak
untuk menolak untuk terlibat dalam perilaku tidak etis.
1. Insinyur dan Industri Pertahanan Keamanan (Hankam)
Salah satu perysahaan yang paling banyak memperkerjakan insinyur di
seluruh dunia adalah industri hankam. Karena pada dasarnya, senjata
dirancang untuk satu tujuan- untuk membunuh manusia-penting untuk
melihat pekerjaan ini dalam konteks enjiniring dan hak insinyur.
Seorang
insinyur dapat memilihuntuk bekerja atau tidak bekerja dalam industri
yang berhubungan dengan pertahanan keamanan secara etis membuktikan
dirinya dalam kedua posisi tersebut. Di satu pihak, banyak profesional
enjiniring yang rasional merasa bahwa secara etika, mereka tidak dapat
merancang sesuatu yang pada akhirnya akan digunakan untuk membunuh
manusia walaupun mereka tidak terlibat secara langsung dalam penggunaan
senjata tersebut. Sedangkan di lain pihak, insinyur memiliki tanggung
jawab moral yang sama merasa jenis pekerjaan ini dapat diterma secara
etika karena mereka beralasan bahwa mempertahankan negara adalah salah
satu fungsi resmi pemerintah merupakan ehormatan bagi insinyur yang
berkontribusi di dalamnya.
Mengingat isu-isu di sekitar pekerjaan ini, maka kita dapat
menyelesaikan masalah ini dengan mempertanyakan apakah pekerjaan kita
dapat menigkatkan karir atau hanya pekerjaan sementara saja. Namun, pada
akhirnya bergantung dari penilaian dan perasaan pribadi masing-masing
karena mngingat implikasinya bagi nyawa manusia.
E. TINDAKAN MENGUNGKAP RAHASIA PERUSAHAAN (WHISTLEBLOWING)
Ada peningkatan perhatian yang diberikan pada pengungkap rahasia
perusahaan selama 30 tahun terakhir baik di dalam pemerintahan maupun
industri swasta di mana terjadi tindakan yang dilakukan karyawan untuk
menginformasikan kepada publik atau manajemen yang lebih tinggi tentang
perilaku tidak etisatau ilegal yang dilakukan perusahaan atau atasannya.
Menurut kode etik enjiniring bidang enjiniring profesioanal, insinyur
mempunyai kewajiban untuk melindungi kesehatan dan keselamatan umum.
Jadi, seorang insinyur didorong unuk mengungkap tindakan atau proyek
yang membahayakan nilai-nilai itu. Insinyur juga mempunyai hak
profesional untuk mengungkap kesalahan dalam organisasi mereka dan
mengharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat.
1. Jenis-Jenis Tindakan Mengungkap Rahasia Perusahaan
Terdapat dua jenis tindakan pengungkapan rahasia yakni pengungkapan
rahasia eksternal dan internal. Tindakan pengungkapan rahasia perusahaan
internal terjadi ketika seseorangkaryawan pergi menenmui kepala atasan
langsungnya untuk melaporkan masalah ke tingkat manajemen yang lebih
tinggi.
Sedangkan
tindakan pengungkapan rahasia eksternal terjadi ketika karyawan pergi
ke luar perusahaan dan melaporkan kesalahan perusahaannya pada surat
kabar atau otoritas penegak hukum.
Ada pula perbedaan antara tindakan pengungkapan rahasia perusahaan yang
diketahui siapa pelakunya dan yang anonim. Pengungkpan anonim terjadi
ketika sang pengungkap menolak menyebutkan namanya ketika mmbuat
tuduhan. Tuduhan ini mungkin berbentuk memo tanpa nama yang diberikan
kepada tingkat manajemen yang lebih tinggi atao telepon oleh seseorang
yang tidak menyebutkan namanya kepada polisi.
Pengungkapan rahasia perusahaan bisa dianggap angat buruk dari sudut
pandang perusahaan karena tindakan ini dapat menyebabkan
ketidakpercayaan, ketidaharmonisan, dan ketidakstabilan bagi karyawan
yang seharusnya bekerja sama.
2. Kapan Tindakan Mengungkap Rahasia Perusahaan Harus Dilakukan
Ada 4 kondisi di mana tindakan pengungkapan rahasia perusahaan harus
dilakukan (Harris, Pritchard, dan Rabins, 2000) :
1) kebutuhan, harus ada bahaya jelas dan penting yang dapat dihindari dengan tindakan ini.
2) kejelasan, sang pengungkap harus berada dalam posisi yang sangat jelas untuk melaporkan masalah ini.
3) kemampuan, sang pengungkap harus memiliki kesempatan sukses yang cukup besar dalam menghentikan suatu kegiatan berbahaya.
4) sumber
terakhir, tindakan pengungkapan kesalahan hanya harus dilakukan bila
tidak ada orang lain yang lebih mampu atau jelas untuk melakukan
tindakan ini dan jika merasa semua tindakan lain telah ditempuh atau
ditutup.
Kita
hanya wajib mengungkap rahasia perusahaan jika ada bahaya besar yang
dapat membahayakan seseorang jika suatu kegiatan terus berlangsung dan
keempat kondisi di atas terpenuhi.
3. Mencegah Terjadinya Tindakan Mengungkap Rahasia Perusahaan
Tindakan pengungkapan rahasia dapat berdampak buruk bila dipandang dari
sudut perusahaan karena citra organisasi barada dalam bahaya dan
berdampak negatif pada prospek perusahaan di masa yang akan datang.
pendekatan perusahaan yang umum dilakukan untuk menghadang tindakan
pengungkapan rahasia perusahaan dan publisitas buruk yang dihasilkannya
adalah memecat sang pengungkap dan mengintimidasi karyawan yang lain
yang tampaknya akan berbuat sama.
Ada empat cara untuk menyelesaikan masalah tindakan pengungkapan kesalahan di dalam perusahaan.
Ø Pertama,
harus ada budaya etika yang kuat di dalam perusahaan. Budaya ini harus
meliputi komitmen yang jelas terhadap perilaku etis, yang dimulai pada
tingkat manajemen tertinggi,training etika bagi seluruh karyawan pun
dijadikan kewajiban. Semua manajer harus menetapkan irama untuk prilaku
etika para karyawannya.
Ø Kedua,
harus ada gais komunikasi yang jelas di dalam perusahaan. Keterbukaan
ini memberikan jalur yang jelas bagi karyawan yang merasa harus ada
sesuatu yang harus diperbaiki untuk mengungkapkan kekhawatirannya.
Ø Ketiga,
semua karyawan harus mempunyai akses yang berarti terhadap manajer
tingkat atas, kepada siapa mereka harus mengungkapkan kekhawatirannya.
Sebaliknya karyawan yang berani mengungkapkan kekhawatirannya harus
dihargai karena komitmen mereka untuk mendorong perilaku etis
perusahaan.
Ø Keempat,
harus ada kemauan dari pihak untuk mengakui kesalahan, mengumumkannya
jika perlu. Perilaku ini akan menjadi contoh bagi perilaku etis karyawan
lainnya.
Komentar
Posting Komentar